Media Berita & Psikologi Inspirasi Indonesia untuk Global

DPUBM Kab. Malang Genjot Pembangunan Jembatan Kutok Untuk Menunjang Ekonomi Masyarakat Desa Lebak Harjo 

1,966

PSIKODAY, Malang – Salah satu faktor penunjang ekonomi masyarakat dan juga sekaligus pendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah) adalah infrastruktur yang memadai.

Dengan didukung infrastruktur yang memadai yang layak ,aman dan nyaman khususnya bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan kendaraan, baik itu pengguna roda dua, roda empat maupun kendaraan berat, tentunya aktivitas bisa berjalan lancar. Namun, faktor cuaca yang ekstrim dan intensitas curah hujan yang tinggi dan tanah longsor berakibat pada banyaknya infrastruktur yang terdampak menjadi rusak sebelum waktunya.

Salah satu dampak faktor tersebut terjadi pada Jembatan Kondang Kutok yang putus. Jembatan ini menjadi akses jalan menuju ke Pantai Licin Desa Lebak Harjo, Dusun Lebak Sari Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang.

Menanggapi keluhan dari warga Desa Lebak Harjo, Kabupaten Malang, Bupati Kabupaten Malang, HM Sanusi dengan gerak cepat dan tanggap menginstruksikan kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) DPUBM Kabupaten Malang untuk segera merealisasikan pembangunan Jembatan Kutok tersebut sesegera mungkin.

“Karena itu satu-satunya akses menuju wisata ke Pantai Licin dan juga merupakan salah satu akses pendongkrak ekonomi bagi masyarakat Lebak Harjo dan sekitarnya, kami minta DPUBM Kabupaten Malang harus segera cepat merealisasikan pembangunannya pada tahun 2024 ini” ungkap Sanusi kepada awak media.

Ditempat terpisah, Kepala DPUBM, Khairul Isnadi Kusuma melalui sekretaris Dinas, Fendi mengungkapkan bahwa Pembangunan Jembatan Kondang Kutok sudah melalui proses perencanaan.

“insyaaAllah akan segera dilaksanakan. Karena pada tahun kemarin (2023) jembatan Kondang Kutok belum bisa tertangani, karena akses jalan di dua segmen tersebut yaitu akses jalan di Jembatan Kondang Lombok ada pembangunan kegiatan penanganan pengerasan jalan,” jelas Fendi.

 

“Fenomena ini yang membatasi kinerja kami (DPUBM), terkait mobilisasi alat berat tidak bisa efektif,” ungkap Fendi.

Fendi juga menambahkan adanya kendala lain yaitu faktor dari terbatasnya waktu karena akhir tahun kemarin (2023) dan juga faktor dari anggaran. 

Fendi menambahkan instruksi dari Kadis DPUBM, Kabupaten Malang bahwa setelah salah satu penunjang aktivitas dibenahi dan selesai pembangunannya (Jembatan Lombok), pembangunan Jembatan Kutok dimasukkan dalam program skala prioritas pada tahun 2024 ini. Adapun proses realisasi kegiatan dalam pembangunan tersebut tetap mengacu pada prosedur yang ada ,yaitu tahap perencanaan, pelelangan dan pelaksanaan.

“Setelah desain final atau selesai segera dilaksanakan lelang pekerjaan untuk mendapatkan rekanan pemenang tender yaitu melalui mekanisme kontrak pekerjaan. Dengan begitu kami siap melakukan pekerjaan tersebut,” ungkap Fendi lagi.

“Setelah prosedural dengan mekanisme tersebut, mungkin estimasi pelaksanaannya pada bulan Juni ini atau bulan Juli depan Jembatan Kutok bisa dikerjakan,” jelas Fendi.

Dengan begitu harapan masyarakat Desa Lebak Harjo yang sesuai Bupati Kabupaten Malang instruksikan akses menuju wisata Pantai Licin Jembatan Kutok ini bisa terealisasi.

“Jembatan Kutok ini merupakan satu -satunya sarana pendongkrak ekonomi masyarakat setempat dan juga merupakan salah satu penyumbang PAD untuk Pemda Kabupaten Malang,” pungkas Fendi. (Swastyastika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.